Kamis, 03 Desember 2015

Penerimaan

Pada awal-awal sebuah hubungan, biasanya sering terselip kalimat  "Aku menerimamu apa adanya", yang bisa membuat kita merasa nyaman untuk berharap melangkah bersama pasangan. Namun, seiring berjalannya waktu, tidak sedikit yang lupa dengan kalimat tersebut. Alih-alih menerima pasangan apa adanya, menjadi banyak larangan dan pertengkaran karena pemikiran yang tidak sejalan.

"Kamu jangan seperti ini, aku tidak suka!"
"Jangan pergi jalan-jalan, tetap di rumah saja!"
"Jangan ngobrol sama orang lain! Aku ga suka!"

dan deretan JANGAN lainnya yang memicu ikatan tersebut putus di tengah jalan. (Ayo jujur, yang membaca pasti pernah merasakannya!). Apakah ada yg tahu, bahwa sekali kata "jangan" itu muncul, artinya orang yang berkata tersebut sedang meninggikan prioritas kedudukannya terhadap lawan bicaranya? Seberapa sering kata tersebut ternyata menjadi pedang tajam yang memutus sebuah ikatan?

Pada suatu hari, seorang teman bertanya via BBM, "Dari mana kamu yakin dia menyukaimu?" Itu sebuah pertanyaan yang tidak biasa dijawab dalam hubungan ini. Sebuah hubungan yang baru pertama kali kujalani, bentuk yang baru. Namun penerimaannya atas diriku sangat kuhargai.

Dia belum pernah berkata "jangan" padaku. Sampai sekarang pun belum pernah. Jika ada yang tidak dia sukai, dia mendahului pembicaraannya dengan kalimat, "Boleh minta sesuatu....?" Caranya menghargai dan menerima tukar pikiran antara kami berdua, membuatku merasa aman dan diterima tanpa harus mengucapkan "aku menerimamu apa adanya."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar