Selasa, 19 Januari 2016

Tetang Dia

Ada banyak hal tentang dia yang masih terekam dalam long-term memory. Caranya memanggil, caranya mengungkapkan rindu, dan caranya marah dan kecewa.

Beberapa bulan yang lalu, jauh sebelum dia terang-terangan mengungkapkan perasaannya, di antara puluhan laki-laki yang kuyakinkan ga akan mampu mengusik kebatuan perasaanku, ada dia yang tiba-tiba mengusik pikiranku, menyita perhatianku dan mengambil banyak waktuku hanya untuk duduk memandangnya. Sampai pada suatu hari, saya kaget dengan tingkah sendiri.

Suatu hari, saat itu masih kagok menjalankan tugas ngadminin grup, saya melaporkan situasinya ke ruang admin. Padahal ada beberapa laki-laki di sana yang tanggap dan langsung memback-up saya, tapi ga sadar hanya nama dia yang tersebut dan mendapat ucapan "terima kasih". Orang lain yang melihat, pasti hanya tertawa geli melihat situasi yg awkward tsb. Dan bagiku itu masalah besar! Jarang sekali kesalahan kekurangtelitian untuk berterima kasih kulakukan selama ini. Berhari-hari peristiwa tersebut kuevaluasi, membuatku bertanya pada diri sendiri. "Apakah aku sedang jatuh cinta?" Pertanyaan seperti itu yang terus-menerus menjadi kesimpulan setelah mencoba berpikir dari segala sudut pandang. Lucu! Harusnya kesimpulan adalah hasil akhir dari segalanya. Namun, kesimpulan yang kudapat masih berupa tanda tanya. Tanda tanya yang tak terjawab sampai akhirnya aku benar-benar merasa tidak mau kehilangan dia setelah beberapa waktu kemudian dia menghilang begitu saja.

Dia tak pernah tahu hal ini.